Selasa, 21 April 2026

Membaca Al-kitab

Membaca Al-kitab

 


Program pembiasaan membaca Alkitab di SMA Guna Dharma dirancang sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kerohanian siswa. Berdasarkan praktik umum di lingkungan sekolah Kristen, kegiatan ini biasanya mencakup beberapa elemen berikut:
1. Pelaksanaan Rutin
Waktu Pelaksanaan: Biasanya dilakukan pada jam pertama sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai (misalnya 15-20 menit setiap pagi) atau dalam jam khusus Pendidikan Agama Kristen.
Target Pembacaan: Siswa diarahkan untuk membaca Alkitab secara berurutan atau mengikuti program "Satu Tahun Tamat Alkitab" guna memastikan pemahaman yang menyeluruh terhadap Firman Tuhan. 

2. Tujuan Utama Pembiasaan
Pembentukan Karakter: Menggunakan nilai-nilai Alkitabiah sebagai landasan moral untuk mendisiplinkan diri, kejujuran, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Pertumbuhan Rohani: Membantu siswa remaja (usia 15-18 tahun) untuk semakin mengenal karakter Tuhan dan bertumbuh dalam iman yang lebih kuat.
Penerapan Praktis: Mendorong siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami prinsip spiritual untuk menghadapi tantangan hidup remaja. 

3. Strategi dan Aktivitas Pendukung
Refleksi Harian: Siswa sering diminta untuk menuliskan ringkasan atau poin refleksi dari perikop yang dibaca.
Pendalaman Alkitab (PA): Selain pembacaan mandiri, sekolah juga mengadakan sesi pendalaman bersama guru agama untuk mendiskusikan penerapan firman dalam situasi nyata.
Pendekatan Interaktif: Terkadang menggunakan bantuan teknologi seperti grup komunikasi (WhatsApp) untuk saling mengingatkan dan memotivasi antar siswa. 

4. Tahapan Membaca yang Efektif
Sekolah biasanya membekali siswa dengan metode sederhana seperti:
Persiapan: Berdoa sebelum membaca agar diberikan pemahaman.
Telaah: Membaca teks dengan teliti dan merangkum poin utama.
Aplikasi: Mencari cara untuk menerapkan firman tersebut dalam kehidupan di sekolah maupun rumah.

Dokumentasi disini


Senin, 13 April 2026

Pembuatan Tabungan Siswa

Pembuatan Tabungan Siswa

 


Pembuatan buku tabungan BCA di Ujung Berung dapat dilakukan di BCA KCP Ujung Berung (Jl. Raya Ujung Berung No.50). Syarat utamanya adalah membawa e-KTP asli dan NPWP (jika ada). Prosesnya meliputi pengisian formulir, penyetoran awal (minimal Rp50.000 untuk Tahapan Xpresi), dan pembuatan kartu ATM/buku tabungan. 

Informasi Penting Pembuatan Buku Tabungan BCA Ujung Berung:
Lokasi Kantor Cabang: BCA KCP Ujung Berung, Jl. Raya Ujung Berung No.50, Pakemitan, Cinambo, Kota Bandung.
Jam Operasional: Umumnya hari kerja (Senin-Jumat) pukul 08.00-15.00 WIB.
Syarat:
E-KTP asli.
NPWP (opsional).
Uang setoran awal (disesuaikan jenis tabungan).
Alternatif Online: Bisa membuka rekening melalui aplikasi BCA Mobile atau myBCA tanpa ke cabang.
Cetak Buku/Kartu: Jika membuka secara online dan ingin kartu fisik/buku, bisa mencetak di mesin CS Digital (cek ketersediaan di cabang). 



Pembacaan Asmaul Husna

Pembacaan Asmaul Husna

 



Di SMA Guna Dharma, pembacaan Asmaul Husna merupakan bagian dari program pembiasaan pagi yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai religius dan membentuk karakter siswa. 

Pelaksanaan Pembacaan Asmaul Husna
Berdasarkan rutinitas keagamaan di sekolah tersebut, kegiatan ini umumnya dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
Waktu Pelaksanaan: Dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
Metode Pembacaan: Siswa melantunkan 99 nama Allah secara bersama-sama di dalam kelas atau di halaman sekolah, sering kali dipandu melalui pusat pengeras suara sekolah.
Rangkaian Kegiatan: Pembacaan ini biasanya menjadi satu paket dengan kegiatan ibadah lainnya, seperti:
Shalat Dhuha berjamaah di awal waktu.
Tadarus Al-Qur'an atau pembacaan surat-surat pendek setelah Asmaul Husna.
Doa bersama untuk kelancaran proses belajar. 

Tujuan dan Manfaat bagi Siswa
Program ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi memiliki tujuan jangka panjang bagi perkembangan siswa, antara lain:
Internalisasi Nilai: Membantu siswa memahami dan meneladani sifat-sifat mulia Allah (seperti Al-Ghaffar atau Maha Pengampun) dalam perilaku sehari-hari.
Kecerdasan Spiritual: Meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memberikan ketenangan batin sebelum memulai pelajaran.
Pembentukan Karakter: Melatih kedisiplinan dan kebiasaan positif melalui pengulangan rutin setiap hari. 

Selain kegiatan rutin ini, SMA Guna Dharma juga memiliki program keagamaan praktik seperti simulasi pernikahan dalam mata pelajaran Agama Islam untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.

Dokumentasi disini

Literasi

Literasi

 


Kegiatan pembiasaan literasi di tingkat SMA merupakan langkah awal dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan membudayakan aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Meskipun informasi spesifik mengenai program harian di "SMA Guna Dharma" terbatas, secara umum sekolah menengah di bawah naungan yayasan atau dengan nama serupa menerapkan tahapan literasi yang mengacu pada standar nasional. 

Berikut adalah bentuk pembiasaan literasi yang biasanya diterapkan di tingkat SMA:
Program Rutin Harian & Mingguan
Membaca 15 Menit: Siswa diwajibkan membaca buku non-pelajaran (seperti novel, biografi, atau buku motivasi) sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guna membangun konsentrasi dan minat baca.
Literasi Digital: Penggunaan platform digital dan media sosial untuk pembelajaran, serta pengenalan etika digital agar siswa mampu memilah informasi secara kritis.
Jadwal Kunjungan Perpustakaan: Mengalokasikan waktu khusus bagi setiap kelas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah secara rutin. 

Fasilitas & Lingkungan Literat
Pojok Literasi / Sudut Baca: Menyediakan rak buku di sudut kelas yang berisi koleksi buku menarik untuk dibaca saat waktu luang atau istirahat.
Mading Sekolah: Media bagi siswa untuk mempublikasikan karya tulis seperti puisi, cerpen, atau artikel informatif.
Pohon Literasi: Siswa menuliskan judul buku yang telah selesai dibaca pada "daun" kertas dan menempelkannya di pohon literasi kelas sebagai apresiasi. 

Kegiatan Apresiasi & Pengembangan
Resume & Jurnal Membaca: Siswa diminta membuat ringkasan singkat dari buku yang telah dibaca untuk melatih kemampuan memahami teks.
Duta Literasi: Pemilihan siswa sebagai penggerak budaya membaca yang bertugas menginspirasi rekan-rekan mereka.
Lomba Literasi: Mengadakan kompetisi menulis atau membaca puisi secara berkala, misalnya setiap satu semester, untuk memotivasi kreativitas siswa.

Dokumentasi disini


Kamis, 09 April 2026

Senin, 06 April 2026