Rabu, 10 Juni 2026

KOKULIKULER SEMESTER GENAP 2025-2026

KOKULIKULER SEMESTER GENAP 2025-2026

 


Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam tatap muka kelas yang dirancang untuk menguatkan, mendalami, dan memperkaya pemahaman materi pelajaran intrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan membangun karakter dan kompetensi siswa melalui pengalaman langsung di lapangan atau dunia nyata.

Kokulikuler di SMA Guna Dharma dilaksanakan pada tanggal 18-26 Mei 2026 dengan tema Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan untuk proyek Pengolahan Daur Ulang Botol Plastik dan Tutup Botol Plastik. Program kokurikuler ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama sesuai dengan dimensi profil lulusan. Melalui kegiatan pengolahan daur ulang botol plastik dan tutup botol, peserta didik tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Program Kokulikuler SMA Guna Dharma Semester Genap 2025-2026 klik disini
Nilai Kokulikuler SMA Guna Dharma Semester Genap 2025-2026 lihat disini
Dokumentasi Kokulikuler SMA Guna Dharma Semester Genap 2025-2026 lihat disini

Selasa, 02 Juni 2026

PENILAIAN SUMATIF AKHIR TAHUN (PSAT) 2025/2026

PENILAIAN SUMATIF AKHIR TAHUN (PSAT) 2025/2026

 


Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) atau Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) adalah evaluasi komprehensif di akhir semester genap. Tujuannya untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran siswa sebagai landasan utama penentuan kenaikan kelas atau laporan resmi di rapor. Penilaian Sumatif Akhir Tahun di SMA Guna Dharma dilaksanakan dari tanggal 02 Juni 2026 sampai 08 Juni 2026.

DOKUMEN PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PSAT lihat disini
DOKUMENTASI KEGIATAN PSAT 2025/2026 lihat disini

Selasa, 12 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026

DRAMA MUSIKAL

DRAMA MUSIKAL


Kegiatan drama musikal di SMA Guna Dharma merupakan bagian dari upaya pengembangan karakter dan kreativitas siswa.

Kegiatan ini biasanya mencakup beberapa aspek utama:
  1. Pengembangan Karakter: Siswa dilatih untuk membangun integritas dan kepedulian lingkungan melalui pementasan tematik, seperti yang terlihat pada dokumentasi kegiatan di Instagram resmi sekolah
  2. Kolaborasi Seni: Pementasan sering kali menggabungkan elemen tari, musik, dan drama untuk merefleksikan semangat kebangsaan, mirip dengan pementasan bertema Gugah Jiwa Nusantara yang melibatkan banyak peserta didik.
  3. Proses Produksi Mandiri: Siswa tidak hanya menjadi aktor, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan adegan, pengaturan musik, tata panggung, hingga penghayatan karakter.
  4. Pelestarian Budaya: Beberapa sekolah juga menggunakan drama musikal untuk mengangkat cerita rakyat
Lihat dokumentasi disini