Membaca Al-kitab
Pembiasaan
Program pembiasaan membaca Alkitab di SMA Guna Dharma dirancang sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kerohanian siswa. Berdasarkan praktik umum di lingkungan sekolah Kristen, kegiatan ini biasanya mencakup beberapa elemen berikut:
1. Pelaksanaan Rutin
Waktu Pelaksanaan: Biasanya dilakukan pada jam pertama sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai (misalnya 15-20 menit setiap pagi) atau dalam jam khusus Pendidikan Agama Kristen.
Target Pembacaan: Siswa diarahkan untuk membaca Alkitab secara berurutan atau mengikuti program "Satu Tahun Tamat Alkitab" guna memastikan pemahaman yang menyeluruh terhadap Firman Tuhan.
2. Tujuan Utama Pembiasaan
Pembentukan Karakter: Menggunakan nilai-nilai Alkitabiah sebagai landasan moral untuk mendisiplinkan diri, kejujuran, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Pertumbuhan Rohani: Membantu siswa remaja (usia 15-18 tahun) untuk semakin mengenal karakter Tuhan dan bertumbuh dalam iman yang lebih kuat.
Penerapan Praktis: Mendorong siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami prinsip spiritual untuk menghadapi tantangan hidup remaja.
3. Strategi dan Aktivitas Pendukung
Refleksi Harian: Siswa sering diminta untuk menuliskan ringkasan atau poin refleksi dari perikop yang dibaca.
Pendalaman Alkitab (PA): Selain pembacaan mandiri, sekolah juga mengadakan sesi pendalaman bersama guru agama untuk mendiskusikan penerapan firman dalam situasi nyata.
Pendekatan Interaktif: Terkadang menggunakan bantuan teknologi seperti grup komunikasi (WhatsApp) untuk saling mengingatkan dan memotivasi antar siswa.
4. Tahapan Membaca yang Efektif
Sekolah biasanya membekali siswa dengan metode sederhana seperti:
Persiapan: Berdoa sebelum membaca agar diberikan pemahaman.
Telaah: Membaca teks dengan teliti dan merangkum poin utama.
Aplikasi: Mencari cara untuk menerapkan firman tersebut dalam kehidupan di sekolah maupun rumah.
Dokumentasi disini
