Literasi
Litnum Pembiasaan
Kegiatan pembiasaan literasi di tingkat SMA merupakan langkah awal dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan membudayakan aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Meskipun informasi spesifik mengenai program harian di "SMA Guna Dharma" terbatas, secara umum sekolah menengah di bawah naungan yayasan atau dengan nama serupa menerapkan tahapan literasi yang mengacu pada standar nasional.
Berikut adalah bentuk pembiasaan literasi yang biasanya diterapkan di tingkat SMA:
Program Rutin Harian & Mingguan
Membaca 15 Menit: Siswa diwajibkan membaca buku non-pelajaran (seperti novel, biografi, atau buku motivasi) sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guna membangun konsentrasi dan minat baca.
Literasi Digital: Penggunaan platform digital dan media sosial untuk pembelajaran, serta pengenalan etika digital agar siswa mampu memilah informasi secara kritis.
Jadwal Kunjungan Perpustakaan: Mengalokasikan waktu khusus bagi setiap kelas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah secara rutin.
Fasilitas & Lingkungan Literat
Pojok Literasi / Sudut Baca: Menyediakan rak buku di sudut kelas yang berisi koleksi buku menarik untuk dibaca saat waktu luang atau istirahat.
Mading Sekolah: Media bagi siswa untuk mempublikasikan karya tulis seperti puisi, cerpen, atau artikel informatif.
Pohon Literasi: Siswa menuliskan judul buku yang telah selesai dibaca pada "daun" kertas dan menempelkannya di pohon literasi kelas sebagai apresiasi.
Kegiatan Apresiasi & Pengembangan
Resume & Jurnal Membaca: Siswa diminta membuat ringkasan singkat dari buku yang telah dibaca untuk melatih kemampuan memahami teks.
Duta Literasi: Pemilihan siswa sebagai penggerak budaya membaca yang bertugas menginspirasi rekan-rekan mereka.
Lomba Literasi: Mengadakan kompetisi menulis atau membaca puisi secara berkala, misalnya setiap satu semester, untuk memotivasi kreativitas siswa.
Dokumentasi disini
