Rabu, 29 April 2026

Selasa, 28 April 2026

PELANTIKAN BANTARA PRAMUKA SMA GUNA DHARMA

PELANTIKAN BANTARA PRAMUKA SMA GUNA DHARMA


Pelantikan Bantara Pramuka merupakan prosesi pengukuhan anggota Pramuka Penegak ke tingkat Bantara setelah dinyatakan lulus ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU). Untuk SMA Guna Dharma, kegiatan ini biasanya mengikuti prosedur standar Gerakan Pramuka yang melibatkan rangkaian upacara formal dan kegiatan perkemahan. Pelantikan Bantara Pramuka SMA Guna Dharma dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 24-25 April 2026 di Bumi Perkemahan D'Peak Bongkor.

Secara umum, prosesi pelantikan Bantara meliputi tahapan berikut:
Upacara Adat Ambalan: Pembukaan kegiatan yang kental dengan tradisi masing-masing pangkalan.
Tanya Jawab Pelantikan: Pembina melakukan verifikasi kesiapan dan komitmen calon Penegak Bantara.
Pengucapan Tri Satya: Calon Bantara mengucapkan janji Pramuka sebagai bentuk komitmen moral.
Penyematan TKU (Tanda Kecakapan Umum): Simbolisasi sahnya anggota menjadi Penegak Bantara yang biasanya dipasang di bahu seragam.

Setelah dilantik, Penegak Bantara diharapkan memiliki kualitas karakter yang lebih kuat, di antaranya:
Menjaga Nama Baik: Menjaga martabat pribadi dan ambalan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepemimpinan: Menjadi teladan bagi anggota pramuka lain dan berani menyampaikan pendapat.
Bantuan Tenaga Rakyat: Sesuai singkatannya, Bantara bertugas membantu ketertiban dan pengabdian masyarakat.

Dokumentasi Pelantikan Bantara Pramuka SMA Guna Dharma lihat disini


 

Minggu, 26 April 2026

HOME VISIT

HOME VISIT


Layanan Home Visit di SMA Guna Dharma adalah kegiatan pendukung bimbingan konseling di mana guru BK atau wali kelas melakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal siswa. Program ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara sekolah dan orang tua guna memahami latar belakang serta permasalahan siswa secara lebih mendalam. 

Fokus Utama Home Visit
Berdasarkan prosedur umum layanan bimbingan konseling di tingkat SMA, kegiatan ini dilakukan untuk:
Penyelesaian Masalah Absensi: Menindaklanjuti siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan selama beberapa hari.
Dukungan Psikososial: Memahami kondisi keluarga, fasilitas belajar di rumah, serta hubungan siswa dengan anggota keluarga lainnya.
Peningkatan Motivasi Belajar: Mendiskusikan hambatan belajar siswa langsung dengan orang tua untuk mencari solusi bersama.
Informasi Studi Lanjut: Memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai potensi karier atau rencana melanjutkan pendidikan tinggi siswa. 

Prosedur Pelaksanaan
Secara operasional, langkah-langkah yang biasanya dilakukan oleh pihak sekolah meliputi:
Perencanaan: Guru BK menyusun daftar siswa yang memerlukan kunjungan berdasarkan hasil observasi atau laporan wali kelas.
Koordinasi: Pihak sekolah menghubungi orang tua untuk menyepakati waktu kunjungan agar tidak mengganggu privasi keluarga.
Pelaksanaan: Pertemuan tatap muka dilakukan di rumah siswa untuk mengumpulkan data tambahan melalui wawancara dan observasi lingkungan.
Pelaporan & Evaluasi: Hasil kunjungan dicatat dalam format laporan kunjungan rumah untuk menentukan langkah bimbingan selanjutnya.


 

BIMBINGAN KONSELING INDIVIDU

BIMBINGAN KONSELING INDIVIDU


Layanan Bimbingan Konseling (BK) Individu di SMA Guna Dharma Bandung merupakan bagian dari layanan responsif sekolah untuk membantu siswa menyelesaikan masalah pribadi, sosial, belajar, maupun karier. 

Layanan ini dilakukan secara tatap muka antara guru BK dan siswa (konseling individual) untuk memastikan kerahasiaan dan kenyamanan dalam mencari solusi masalah. 

Fokus Layanan BK di SMA Guna Dharma
Secara umum, program BK di jenjang SMA mencakup empat bidang utama yang juga diterapkan di SMA Guna Dharma: 
Bimbingan Pribadi: Membantu siswa memahami potensi diri, mengatasi masalah emosional, atau membangun kepercayaan diri.
Bimbingan Sosial: Mengarahkan siswa dalam berinteraksi di lingkungan sekolah dan masyarakat, termasuk penyelesaian konflik antar teman.
Bimbingan Belajar: Memberikan bantuan jika siswa mengalami kesulitan akademik atau butuh strategi belajar yang efektif.
Bimbingan Karier: Mengarahkan siswa dalam memilih jurusan kuliah atau studi lanjutan, terutama terkait seleksi SNBP atau jalur masuk perguruan tinggi.


 

KSP SMA GUNA DHARMA 2025-2026

KSP SMA GUNA DHARMA 2025-2026


Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan menyesuaikan pada karakteristik sekolah, kebutuhan murid, serta konteks daerah masing-masing. 

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dokumen ini berfungsi sebagai pedoman utama seluruh penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. 

Berdasarkan panduan Kemendikbudristek, kurikulum ini terdiri dari empat komponen utama:
Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan: Menggambarkan keunikan sekolah, kondisi lingkungan, serta profil peserta didik dan tenaga pendidik.
Visi, Misi, dan Tujuan: Visi sekolah harus berpusat pada peserta didik, sedangkan misi dan tujuan merupakan langkah konkret untuk mencapai visi tersebut.
Pengorganisasian Pembelajaran: Mengatur bagaimana sekolah mengelola beban belajar (intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler).
Perencanaan Pembelajaran: Berisi rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan (seperti alur tujuan pembelajaran atau silabus). 

Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMA Guna Dharma lihat disini
 

Kamis, 23 April 2026

Sosialisasi Learning Management System

Sosialisasi Learning Management System

 





BeED (kini berkembang menjadi BeEDucation) adalah aplikasi EdTech (teknologi pendidikan) yang berfokus pada Experiential Learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dan pembelajaran digital terintegrasi. Aplikasi ini memungkinkan siswa belajar di mana saja dan kapan saja dengan menghubungkan materi kurikulum ke lokasi atau pengalaman nyata, serta menyediakan fitur jurnal dan perencanaan pembelajaran bagi pendidik. 

Berikut adalah detail utama mengenai aplikasi BeED:
Platform Pembelajaran Pengalaman (Journeys): BeED menyediakan "Journeys" yang memandu siswa langkah demi langkah melalui pengalaman belajar berbasis lokasi atau tema, seringkali menghubungkan pelajaran ke tempat-tempat menarik global.
BeEDucation: Aplikasi terbaru, BeEDucation, dirancang dengan performa lebih cepat, fitur perencanaan, dan penilaian yang lebih canggih untuk guru, menggantikan beberapa fungsi dari platform sebelumnya.
BeED Journal: Fitur untuk mencatat dan mengelola refleksi belajar, yang memungkinkan siswa menyertakan video, audio, foto, dan persamaan matematika dalam satu tempat.
Fitur untuk Pendidik: BeED memfasilitasi pendidik untuk menyusun konten pelajaran menjadi bagian-bagian kecil (Learning Experiences/LE) yang mudah dikelola di peta interaktif.
Diakui secara Pedagogis: BeED adalah produk yang disertifikasi oleh Education Alliance Finland, berbasis pada psikologi pendidikan, dan merupakan lulusan akselerator xEdu dari Helsinki. 


Rabu, 22 April 2026

LITERASI MEMBUAT SCRIPT DRAMA MUSIKAL

LITERASI MEMBUAT SCRIPT DRAMA MUSIKAL


Literasi membuat script drama di sekolah seperti SMA Guna Dharma bertujuan untuk mengasah kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta pemahaman budaya para siswa. Melalui penulisan naskah, siswa belajar menyusun konflik, membangun karakter, dan menyampaikan pesan secara kreatif. 


Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat naskah drama yang efektif:

1. Menentukan Ide dan Tema

Langkah awal adalah mencari tema sentral yang ingin diangkat, seperti isu sosial, budaya, atau kehidupan sekolah. Dramawan sering menggunakan isu yang meresahkan masyarakat sebagai bahan naskah untuk memberikan kritik sosial. 


2. Membangun Unsur Intrinsik 

Naskah drama yang kuat harus memiliki elemen-elemen berikut:

Karakter yang Kompleks: Ciptakan tokoh dengan watak dan latar belakang yang jelas agar cerita terasa hidup.

Konflik Utama: Tentukan masalah utama yang akan dihadapi oleh tokoh tersebut.

Latar (Setting): Jelaskan waktu, tempat, dan suasana terjadinya adegan. 


3. Menyusun Struktur Plot (Alur) 

Naskah drama umumnya mengikuti struktur sistematis: 


Orientasi: Pengenalan tokoh, situasi, dan awal cerita.

Komplikasi: Pengembangan konflik dan hambatan yang dihadapi tokoh.

Resolusi: Penyelesaian dari konflik yang terjadi. 


4. Menulis Dialog dan Petunjuk Panggung

Dialog Efektif: Tuliskan percakapan antar tokoh yang mendukung perkembangan cerita.


5. Review dan Evaluasi

Aspek yang biasanya dinilai dalam keterampilan menulis naskah drama meliputi: 

Kesesuaian isi dengan tema.

Kelengkapan unsur intrinsik.

Kaidah kebahasaan dan tata tulis (ejaan) 

Galeri Kegiatan Literasi lihat disini

 

PENILAIAN SUMATIF AKHIR JENJANG TAHUN 2026

PENILAIAN SUMATIF AKHIR JENJANG TAHUN 2026

 


Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMA Guna Dharma Bandung merupakan evaluasi akhir untuk mengukur capaian kompetensi lulusan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi strategis dan pemantapan kualitas satuan pendidikan. PSAJ mencakup ujian semua mata pelajaran, baik tulis maupun praktik, sebagai salah satu syarat kelulusan siswa kelas XII. 

Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi lulusan sesuai kurikulum.
Fokus: Memastikan standar kualitas pendidikan.
Materi: Meliputi seluruh mata pelajaran, praktik agama, dan simulasi terkait. 

Pastikan siswa mempersiapkan diri dengan baik untuk seluruh rangkaian ujian.
DOKUMEN PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PSAJ lihat disini


EKSKUL TAHSIN DAN TAHFIDZ

EKSKUL TAHSIN DAN TAHFIDZ

 


program ekstrakurikuler Tahsin dan Tahfidz di SMA Guna Dharma Bandung. Kegiatan tersebut umumnya berfokus pada perbaikan bacaan (tahsin) dan menghafal Al-Qur'an (tahfidz) guna mendukung lingkungan sekolah yang islami dan terstruktur. 

Untuk informasi akurat mengenai jadwal, pendamping, atau kurikulum, disarankan untuk langsung menghubungi pihak sekolah.
Tujuan: Umumnya untuk memetakan kemampuan membaca siswa dan memudahkan hafalan.
Metode: Biasanya menggunakan pendekatan talaqqi dan pembinaan intensif. 


PEMBIASAAN DIRI SHALAT DUHA

PEMBIASAAN DIRI SHALAT DUHA

 






Kegiatan shalat dhuha di SMA Guna Dharma Bandung merupakan program pembiasaan rutin yang bertujuan meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta disiplin seluruh warga sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai, menciptakan lingkungan akademis yang religius dan berkarakter, serta membantu siswa memulai hari dengan ketenangan spiritual. 

Berikut adalah poin-poin terkait kegiatan shalat dhuha:
Waktu Pelaksanaan: Umumnya dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seringkali pukul 06.30 - 07.00 WIB, saat matahari mulai naik.
Tujuan: Membangun karakter siswa agar disiplin, berakhlak mulia, serta membiasakan diri bersyukur.
Manfaat: Selain meningkatkan konsentrasi dan disiplin siswa, shalat dhuha rutin dianggap membuka pintu rezeki dan ketenangan hati.
Pelaksanaan: Dilakukan bersama-sama (berjamaah) oleh siswa dan staf di lingkungan sekolah. 

Sebagai bagian dari pendidikan karakter, program ini rutin didukung oleh sekolah untuk memastikan siswa mendapatkan siraman rohani sebelum menerima pelajaran akademik. 

 

 


Selasa, 21 April 2026

Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini

 


Peringatan Hari Kartini di SMA Guna Dharma Bandung merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mengapresiasi perjuangan R.A. Kartini dalam emansipasi dan pendidikan perempuan. Secara umum, sekolah ini mengemas perayaan dengan perpaduan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas siswa. 

Berikut adalah rangkaian kegiatan yang biasanya dilaksanakan dalam peringatan tersebut:
1. Upacara Bendera Khusus
Petugas Upacara Perempuan: Seluruh petugas upacara, mulai dari pemimpin hingga pembina, biasanya dilakukan oleh siswi atau guru perempuan untuk menonjolkan peran kepemimpinan mereka.
Amanat Tema Emansipasi: Pembina upacara menyampaikan pesan tentang pentingnya kesetaraan kesempatan bagi generasi Z dalam mengejar mimpi setinggi-tingginya. 

2. Gelar Budaya & Pakaian Adat
Penggunaan Kebaya dan Batik: Siswa dan guru diimbau mengenakan pakaian tradisional, seperti kebaya bagi perempuan dan batik bagi laki-laki, sebagai simbol pelestarian budaya bangsa.
Lomba Fashion Show: Peragaan busana tradisional yang dinilai berdasarkan keserasian, pembawaan, dan kreativitas dalam memodifikasi pakaian adat tanpa meninggalkan pakemnya. 

3. Berbagai Lomba Kreativitas
Sekolah menyelenggarakan kompetisi untuk mengasah bakat siswa, di antaranya:
Lomba Pidato: Mengusung tema seputar emansipasi wanita di era digital atau pandangan generasi muda terhadap tokoh Kartini.
Lomba Baca Puisi: Pembacaan karya-karya yang bertemakan semangat perjuangan perempuan.
Lomba Poster Digital & Infografis: Kompetisi membuat konten kreatif di media sosial guna menyebarkan pesan positif tentang kesetaraan gender.
Lomba Memasak: Sering kali melibatkan siswa laki-laki untuk menunjukkan kemandirian dan keterampilan praktis. 

4. Tujuan Kegiatan
Menumbuhkan Karakter: Membangun rasa percaya diri dan karakter yang tangguh pada diri siswi.
Kesadaran Sejarah: Memastikan siswa memahami sejarah perjuangan pahlawan nasional agar dapat meneladani nilai-nilai kemanusiaannya

Dokumentasi disini


Membaca Al-kitab

Membaca Al-kitab

 


Program pembiasaan membaca Alkitab di SMA Guna Dharma dirancang sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kerohanian siswa. Berdasarkan praktik umum di lingkungan sekolah Kristen, kegiatan ini biasanya mencakup beberapa elemen berikut:
1. Pelaksanaan Rutin
Waktu Pelaksanaan: Biasanya dilakukan pada jam pertama sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai (misalnya 15-20 menit setiap pagi) atau dalam jam khusus Pendidikan Agama Kristen.
Target Pembacaan: Siswa diarahkan untuk membaca Alkitab secara berurutan atau mengikuti program "Satu Tahun Tamat Alkitab" guna memastikan pemahaman yang menyeluruh terhadap Firman Tuhan. 

2. Tujuan Utama Pembiasaan
Pembentukan Karakter: Menggunakan nilai-nilai Alkitabiah sebagai landasan moral untuk mendisiplinkan diri, kejujuran, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Pertumbuhan Rohani: Membantu siswa remaja (usia 15-18 tahun) untuk semakin mengenal karakter Tuhan dan bertumbuh dalam iman yang lebih kuat.
Penerapan Praktis: Mendorong siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami prinsip spiritual untuk menghadapi tantangan hidup remaja. 

3. Strategi dan Aktivitas Pendukung
Refleksi Harian: Siswa sering diminta untuk menuliskan ringkasan atau poin refleksi dari perikop yang dibaca.
Pendalaman Alkitab (PA): Selain pembacaan mandiri, sekolah juga mengadakan sesi pendalaman bersama guru agama untuk mendiskusikan penerapan firman dalam situasi nyata.
Pendekatan Interaktif: Terkadang menggunakan bantuan teknologi seperti grup komunikasi (WhatsApp) untuk saling mengingatkan dan memotivasi antar siswa. 

4. Tahapan Membaca yang Efektif
Sekolah biasanya membekali siswa dengan metode sederhana seperti:
Persiapan: Berdoa sebelum membaca agar diberikan pemahaman.
Telaah: Membaca teks dengan teliti dan merangkum poin utama.
Aplikasi: Mencari cara untuk menerapkan firman tersebut dalam kehidupan di sekolah maupun rumah.

Dokumentasi disini


Senin, 13 April 2026

Pembuatan Tabungan Siswa

Pembuatan Tabungan Siswa

 


Pembuatan buku tabungan BCA di Ujung Berung dapat dilakukan di BCA KCP Ujung Berung (Jl. Raya Ujung Berung No.50). Syarat utamanya adalah membawa e-KTP asli dan NPWP (jika ada). Prosesnya meliputi pengisian formulir, penyetoran awal (minimal Rp50.000 untuk Tahapan Xpresi), dan pembuatan kartu ATM/buku tabungan. 

Informasi Penting Pembuatan Buku Tabungan BCA Ujung Berung:
Lokasi Kantor Cabang: BCA KCP Ujung Berung, Jl. Raya Ujung Berung No.50, Pakemitan, Cinambo, Kota Bandung.
Jam Operasional: Umumnya hari kerja (Senin-Jumat) pukul 08.00-15.00 WIB.
Syarat:
E-KTP asli.
NPWP (opsional).
Uang setoran awal (disesuaikan jenis tabungan).
Alternatif Online: Bisa membuka rekening melalui aplikasi BCA Mobile atau myBCA tanpa ke cabang.
Cetak Buku/Kartu: Jika membuka secara online dan ingin kartu fisik/buku, bisa mencetak di mesin CS Digital (cek ketersediaan di cabang). 



Pembacaan Asmaul Husna

Pembacaan Asmaul Husna

 



Di SMA Guna Dharma, pembacaan Asmaul Husna merupakan bagian dari program pembiasaan pagi yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai religius dan membentuk karakter siswa. 

Pelaksanaan Pembacaan Asmaul Husna
Berdasarkan rutinitas keagamaan di sekolah tersebut, kegiatan ini umumnya dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
Waktu Pelaksanaan: Dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
Metode Pembacaan: Siswa melantunkan 99 nama Allah secara bersama-sama di dalam kelas atau di halaman sekolah, sering kali dipandu melalui pusat pengeras suara sekolah.
Rangkaian Kegiatan: Pembacaan ini biasanya menjadi satu paket dengan kegiatan ibadah lainnya, seperti:
Shalat Dhuha berjamaah di awal waktu.
Tadarus Al-Qur'an atau pembacaan surat-surat pendek setelah Asmaul Husna.
Doa bersama untuk kelancaran proses belajar. 

Tujuan dan Manfaat bagi Siswa
Program ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi memiliki tujuan jangka panjang bagi perkembangan siswa, antara lain:
Internalisasi Nilai: Membantu siswa memahami dan meneladani sifat-sifat mulia Allah (seperti Al-Ghaffar atau Maha Pengampun) dalam perilaku sehari-hari.
Kecerdasan Spiritual: Meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memberikan ketenangan batin sebelum memulai pelajaran.
Pembentukan Karakter: Melatih kedisiplinan dan kebiasaan positif melalui pengulangan rutin setiap hari. 

Selain kegiatan rutin ini, SMA Guna Dharma juga memiliki program keagamaan praktik seperti simulasi pernikahan dalam mata pelajaran Agama Islam untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.

Dokumentasi disini

Literasi

Literasi

 


Kegiatan pembiasaan literasi di tingkat SMA merupakan langkah awal dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan membudayakan aktivitas literasi di lingkungan sekolah. Meskipun informasi spesifik mengenai program harian di "SMA Guna Dharma" terbatas, secara umum sekolah menengah di bawah naungan yayasan atau dengan nama serupa menerapkan tahapan literasi yang mengacu pada standar nasional. 

Berikut adalah bentuk pembiasaan literasi yang biasanya diterapkan di tingkat SMA:
Program Rutin Harian & Mingguan
Membaca 15 Menit: Siswa diwajibkan membaca buku non-pelajaran (seperti novel, biografi, atau buku motivasi) sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guna membangun konsentrasi dan minat baca.
Literasi Digital: Penggunaan platform digital dan media sosial untuk pembelajaran, serta pengenalan etika digital agar siswa mampu memilah informasi secara kritis.
Jadwal Kunjungan Perpustakaan: Mengalokasikan waktu khusus bagi setiap kelas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah secara rutin. 

Fasilitas & Lingkungan Literat
Pojok Literasi / Sudut Baca: Menyediakan rak buku di sudut kelas yang berisi koleksi buku menarik untuk dibaca saat waktu luang atau istirahat.
Mading Sekolah: Media bagi siswa untuk mempublikasikan karya tulis seperti puisi, cerpen, atau artikel informatif.
Pohon Literasi: Siswa menuliskan judul buku yang telah selesai dibaca pada "daun" kertas dan menempelkannya di pohon literasi kelas sebagai apresiasi. 

Kegiatan Apresiasi & Pengembangan
Resume & Jurnal Membaca: Siswa diminta membuat ringkasan singkat dari buku yang telah dibaca untuk melatih kemampuan memahami teks.
Duta Literasi: Pemilihan siswa sebagai penggerak budaya membaca yang bertugas menginspirasi rekan-rekan mereka.
Lomba Literasi: Mengadakan kompetisi menulis atau membaca puisi secara berkala, misalnya setiap satu semester, untuk memotivasi kreativitas siswa.

Dokumentasi disini


Kamis, 09 April 2026

Senin, 06 April 2026